Jelajahi artikel parenting bayi dan anak

Pentingnya Fase Merangkak bagi Si Kecil dan Cara Mengoptimalkannya

Moms, tahu, nggak? Banyak orang yang belum menyadari bahwa fase merangkak pada si Kecil adalah tahapan perkembangan yang sangat penting. Saking pentingnya, fase ini tidak boleh disepelekan, apalagi dilewatkan.  Mengapa demikian? Baca terus lanjutannya ya, Moms!

Merangkak Melatih Perkembangan Fisik 

Merangkak terlihat hanya seperti sebuah fase yang boleh dilalui, boleh juga tidak. Namun, di balik aktivitas yang tampak “tidak penting” ini ada sesuatu yang penting.

Ketika si Kecil merangkak, berarti tubuhnya sedang melakukan koordinasi. Merangkak melatih kekuatan leher, kepala, dan tubuh bagian atas si Kecil. Meskipun tampak mudah, sebenarnya merangkak itu sulit lho, Moms.

Pada saat merangkak, otot leher, bahu, lengan, punggung, dan otot-otot inti tubuh, bekerja sama menghimpun kekuatan untuk menopang tubuh. Si Kecil juga harus bisa menyeimbangkan gerakan tangan dan lutut. Tentu saja si Kecil harus “bekerja keras” terlebih dahulu sebelum bisa melakukan hal ini. Apalagi, kemudian si Kecil bergerak maju dan mundur. Kegiatan merangkak bisa terjadi apabila ada keselarasan antara pikiran dan tubuh si Kecil.

Mengapa semua ini menjadi penting? Bahas satu per satu yuk, Mom!

Melatih perkembangan motorik halus

Jangan dikira ketika merangkak si Kecil hanya menggunakan otot di bagian tubuh yang besar. Otot-otot kecil juga terlibat lho, Moms. Otot kecil ini misalnya otot pada tangan dan jari. Bagian ini akan menguat ketika sering digunakan untuk merangkak. Sadarkah Moms, bahwa otot kecil ini akan terus digunakan oleh si Kecil sepanjang hidupnya nanti? Ya, otot-otot ini akan terus digunakan untuk beraktivitas seperti memakai pakaian, menggerakkan mulut, mengunyah, memegang mainan, memakai sepatu, memasang tali sepatu, dan aktivitas sehari-hari lainnya. 


Melatih perkembangan motorik kasar

Selain melatih perkembangan motorik halus, merangkak juga melatih perkembangan motorik kasar. Pada saat merangkak, otot tangan, kaki, dan tubuh, terlatih untuk bergerak. Otot yang terlatih inilah yang menjadi bekal si Kecil untuk selanjutnya belajar berjalan, melompat, dan berlari. 


Koordinasi tangan, kaki, dan mata

Selain koordinasi anggota tubuh bagian atas, ketika merangkak berarti terjadi koordinasi antara tangan, kaki, dan mata si Kecil. Koordinasi ini kelak akan berguna untuk fokus mengarahkan tangan dalam melakukan aktivitas seperti menggambar, menulis, makan sendiri, serta aktivitas yang mengandalkan kaki seperti bermain sepak bola.

Melatih keseimbangan

Merangkak berarti si Kecil sedang berlatih keseimbangan. Ketika si Kecil berhasil menyeimbangkan lutut dan tangan, lalu bergerak merangkak, akan timbul rasa percaya diri. Selanjutnya, rasa percaya diri ini menjadi modal untuk bisa melanjutkan ke fase berikutnya, yaitu berdiri dan berjalan. 

Merangkak Melatih Kemampuan Visual dan Spasial

Yang belum banyak orang tahu, merangkak juga melatih kemampuan visual dan spasial. Kemampuan visual adalah kemampuan si Kecil dalam melihat objek dengan baik, mengenalinya, dan mengingat letaknya. 

Ada istilah yang disebut dengan penglihatan binokular. Ini adalah kemampuan penglihatan yang bisa melihat benda yang jauh atau dekat. Kebiasaan beraktivitas merangkak akan membuat si Kecil memahami mainan kesukaannya ada di tempat yang jauh atau dekat. Dengan kata lain, kemampuan penglihatan binokular si Kecil akan terlatih.

Pada saat si Kecil menyadari mainannya berada di tempat yang jauh, dia akan melihat ke arah kejauhan itu, lalu kembali melihat ke bagian tubuh yang dekat dengan jangkauan penglihatan, dan berusaha merangkak mendekati mainan kesukaannya.

Kemampuan spasial adalah kemampuan untuk memahami bahwa di sekitar si Kecil ada berbagai benda berupa fisik dan menghubungkan dirinya dengan benda-benda fisik tersebut.  

Dengan kemampuan spasial ini si Kecil bisa belajar mencari jalan dari titik mulai merangkak sampai ke titik tujuan. Saat merangkak, si Kecil pun bisa mengeksplorasi penglihatannya dengan memandang berkeliling atau melihat-lihat dan mengenali objek yang dilewati. 

Lumayan rumit tapi benar-benar cerdas, bukan? Pasti Moms tidak mengira bahwa manfaat merangkak akan sebegitu pentingnya bagi si Kecil. 


Cara Mengoptimalkan Aktivitas Merangkak

Ada kalanya si Kecil tidak mau merangkak. Mungkin saja si Kecil tidak sabar dan ingin buru-buru belajar berdiri lalu berjalan, sehingga melewatkan fase merangkak. Jika itu terjadi maka si Kecil kehilangan kesempatan untuk mendapatkan manfaat yang hanya bisa didapat dengan mengalami fase merangkak. Sayang sekali, kan, Moms?

Agar fase merangkak tidak terlewat, Moms bisa mengusahakan semaksimal mungkin agar si Kecil tetap mengalami fase ini.

Inilah cara mengoptimalkan aktivitas merangkak:

Siapkan fisiknya dengan cara tengkurap

Sebagai persiapan untuk merangkak, lakukan tummy time atau tengkurap. Hal ini penting untuk menyiapkan kekuatan otot perut agar si Kecil kuat mengangkat tubuh dan menopangnya dengan lutut pada saat merangkak. Apabila ototnya kuat, si Kecil juga akan terstimulasi untuk merangkak dengan sendirinya.

Minta si Kecil meraih benda di sekitarnya

Pancinglah si Kecil untuk mengambil sebuah benda. Misalnya, boneka atau benda lain seperti teether atau mainan. Letakkan benda ini di dekatnya, lalu ketika si Kecil mulai merangkak, pindahkan benda tersebut perlahan-lahan menjauh darinya. 

Berikan mainan yang membuatnya tertarik untuk mengambil

Mainan dengan warna-warna cerah bisa menarik perhatian si Kecil. Gunakan mainan seperti ini untuk memancing si Kecil merangkak dan mengambilnya. Lebih bagus lagi jika mainan ini bisa mengeluarkan suara seperti nyanyian atau suara lain yang sifatnya riang gembira. 


Pilih saja mainan Fisher-Price Linkimals Interactive Light-Up Owl. Sesuai namanya, ini adalah mainan berupa boneka karakter burung hantu dengan desain yang lucu menyenangkan. Fisher-Price Linkimals Interactive Light-Up Owl ini bisa meneluarkan suara riang dan dilengkapi tombol yang bisa menyala ketika suaranya dibunyikan. Warna yang cerah, lampu yang atraktif, serta suara yang gembira, akan membuat si Kecil tertarik dan menstimulasinya untuk merangkak. Mainan ini terbuat dari plastik kuat dan kokoh, serta bahan yang aman. 

Kurangi si Kecil duduk dan berada di ayunan

Kadang-kadang Moms membiarkan si Kecil duduk di kursi bayi atau di ayunan. Mulai sekarang, kurangi kegiatan ini. Sebagai gantinya, biarkan si Kecil duduk di lantai tanpa bantuan alat apapun. Dengan begini, si Kecil akan terstimulasi untuk merangkak. 

Mengoptimalkan fase merangkak si Kecil berarti memberikan waktu lebih banyak padanya untuk bermain. Oleh karena itu, jangan lupa kondisikan rumah agar aman untuk bermain si Kecil. Misalnya, menyingkirkan benda-benda yang mungkin membahayakan, menutup jalan yang menuju tangga karena mungkin saja si Kecil merangkak ke tangga, serta pastikan lantai tidak licin untuk menghindari si Kecil tergelincir.

Bagaimana, Moms? Sudah siap menyambut si Kecil yang akan merangkak begitu cepat ke sana kemari? Harus siap dong, ya!



Sumber:

Fisher-price Friendswithyou Happy World Dance Dance Rainbow Worm : Target

12 Cara Stimulasi untuk Optimalkan Perkembangan Bayi 9 Bulan - Nutriclub

14 Ide Aktivitas dan Permainan Bayi Usia 9 Bulan (theasianparent.com)

https://www.alodokter.com/seberapa-penting-merangkak-pada-bayi#:~:text=Fase%20ini%20juga%20menjadi%20pengalaman,mengenali%20objek%20serta%20mengingat%20letaknya.

Jangan Disepelekan! Ini Pentingnya Fase Merangkak pada Bayi (halodoc.com)

7 Cara Stimulasi Merangkak untuk Si Kecil, Yuk Coba Moms! | Orami