Jelajahi artikel parenting bayi dan anak

Eksplorasi Warna untuk Asah Koordinasi Panca Indera si Kecil

Bayi usia 6 bulan ke atas memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar. Mereka akan banyak menyentuh benda dan bahkan memasukkannya ke dalam mulut. Melempar benda dan merasakannya dengan tangan dan mulut, jadi suatu pemandangan normal.

Bayi sedang mengembangkan motorik halusnya. Jadi, gerakan yang melibatkan otot kecil, pada jari, tangan, pergelangan tangan jadi semakin sering. Mungkin orang tua merasa pada usia tersebut bayi sedang nakal-nakalnya.

Padahal, ia sedang memakai panca indera dan mengekspresikan rasa ingin tahu. Anda perlu mendampingi si Kecil dalam memberikan stimulus dan dorongan. Dengan demikian, si Kecil bisa melakukan koordinasi dengan semua panca indranya.

Bayi Meraih Sesuatu Karena Tertarik pada Warna, Bentuk atau Suara

Gerakan tangan mempengaruhi perkembangan motorik halus bayi. Ya Moms bisa lakukan adalah berikan stimulus yang tepat. Berikan mainan yang dapat digunakan untuk bayi bisa genggam, pegang, dan menarik minatnya.

Pada umumnya, bayi akan tertarik dengan benda yang dilihatnya. Indra Penglihatannya bekerja dan menimbulkan rasa ingin tahu. Pada usia dini, bayi cenderung tertarik dengan warna dasar yang terang. Bahkan mereka menunjukan kemampuan untuk bisa membedakan warna.

Mereka akan melihat suatu benda dengan mata dan meraihnya dengan tangan. Hal berikutnya yang dilakukan adalah meraba semua sisinya. Meremas, menggerak-gerakan dan bahkan membantingnya.

Minat bayi akan lebih lama bila benda yang mereka pegang juga mengeluarkan suara atau memiliki rasa. Itulah sebabnya bayi kerap berusaha untuk menjilat apapun yang mereka pegang. Jadi, selalu waspada ya Moms.

Benda dengan suara juga bisa menarik perhatian bayi. Mereka bisa mengembangkan persepsi misalnya mencari tahu apa yang bisa dilakukan untuk mendengar suara tersebut. Apakah dengan memukulnya ke lantai, mengguncangkan, atau gerakan lain. Semua gerakan tersebut akan mengembangkan otot tangan dan jari.



Peran Orang Tua untuk Mengembangkan Koordinasi Gerakan Tangan

Balita perlu bimbingan dan pengawasan orang tua yang ketat. Kalau perhatian Moms sempat terdistraksi, si Kecil bisa memasukkan benda asing ke mulutnya. Atau bisa juga dia merusak sesuatu yang mudah pecah.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan pengawasan optimal. Pilih mainan yang sesuai usia anak. Balita atau batita akan lebih baik untuk memainkan benda yang besar. Mainan kecil bisa berbahaya karena pada usia tersebut mereka kerap memasukan benda ke mulutnya.

Moms bisa jadi fasilitator, belikan mainan dalam ukuran besar dan berwarna cerah. Bentuknya sebaiknya cukup besar untuk digenggam tapi tidak terlalu kecil dan menyebabkan bayi tersedak. Mainan yang bisa menunjang berbagai aktivitas adalah opsi yang paling tepat.

Moms juga perlu mendampingi saat bayi bermain. Anda bisa mengarahkan rasa ingin tahunya. Tapi yang terpenting adalah memastikan keamanan bayi dan juga benda-benda lain yang ada di rumah. Jadi, perhatikan juga material mainan yang aman bagi anak dan tidak mudah rusak.

Latihan Koordinasi Tangan-Mata dengan Bantuan Orang Tua

Memang kita bisa membiarkan bayi bermain tanpa memberikan arahan. Rasa ingin tahu mereka pada benda-benda bisa membuat aktivitas main dengan mainan seru. Tapi, dengan pengetahuan memadai, Anda bisa membantu si Kecil untuk mengembangkan koordinasi tangannya.

Si Kecil dapat melihat sesuatu dan meraihnya. Tangan pun jadi lebih lentur dan akurat. Dengan bimbingan para Moms, bayi bisa eksplorasi kemampuannya dengan lebih optimal. Anda hanya perlu mainan yang tepat dan bisa memfasilitasi berbagai aktivitas motorik halusnya. Berikut adalah beberapa latihan yang bisa Anda lakukan.

  1. Latihan Pegang dan Eksplorasi : Melatih Fleksibilitas Tangan

    Sentuhan adalah stimuli terbaik untuk mengembangkan otot jari, tangan, dada sampai lengan untuk meraih dan memegang sesuatu dengan erat. Awalnya mungkin si Kecil akan kesulitan memegang benda. Jadi, seringkali benda terjatuh dari tangannya.

    Moms bisa memilih mainan yang lembut seperti bahan plastik yang nyaman di tangan. Benda yang bulat atau berbentuk cincin juga memudahkan bayi untuk memegangnya. Terlebih lagi bila Anda menyediakan benda dalam berbagai warna dan bentuk.

    Rasa ingin tahu si kecil bisa mendorongnya untuk memegang, mencium dan bahkan mencoba mencicipinya. Jadi, berikan mainan yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu si kecil. Bayi akan mencoba melakukan berbagai hal untuk mengetahui apakah pengaruhnya pada mainan di tangannya. Moms bisa memberikan Fisher-Price® Rock-a-Stack yang terdiri dari beberapa cincin. Ukuran dan warnanya yang berbeda-beda tentu menarik perhatian anak. Mereka bisa memegang, merasakan teksturnya, memasukan tangan pada bulatan dan banyak lainnya.

  2. Mainan dengan Bunyi : Melatih Refleksi

    Moms perlu tahu kalau ada yang namanya palmar grasp. Ini adalah refleksi yang seharusnya bayi mulai kembangkan sejak usia 3 bulan. Misalnya ketika tangan kita diletakkan pada tangan bayi. Seharusnya ada refleksi untuk mengengamnya.

    Moms bisa bunyikan mainan dan menunggu refleksinya. Umumnya bayi akan otomatis mengecek dan mencari sumber bunyi. Semakin banyak stimulus yang Anda berikan maka bayi akan semakin penasaran dan melatih berbagai otot tangannya dengan semangat.

  3. Mainan Multifungsi : Latihan Asosiasi dan Mengingat

    Bayi akan ingin mengambil, memegang, mengocok, menjatuhkan mainannya. Pilihlah mainan yang bisa memungkinkan banyak gerakan tangan. Sesuatu yang bisa ditumpuk, dipegang dan bahkan mengeluarkan bunyi.

    Bayi bisa menemukan suatu hal baru tiap harinya. Misalkan bila mainan dikocok akan mengeluarkan suara. Kalau ditekan bisa mengempes. Atau kalau disusun bisa berbaris. Dengan demikian, bayi Moms akan belajar tentang asosiasi. Kalau melakukan gerakan tertentu akan menyebabkan mainannya berbunyi dan lain sebagainya.

    Fisher-Price® Rock-a-Stack terbuat dari cincin dengan bulatan lentur. Jadi, si kecil bisa dengan mudah menggenggam dan menggunakannya. Bayi bisa memasang cincin pada tiang dan menumpuknya. Tiang memiliki bagian bawah yang lebih besar dan mengerucut ke atas.

    Oleh karena itu, si Kecil akan perlu waktu untuk mengetahui cincin yang tepat untuk membuat susunan yang pas. Dampingi si Kecil ketika berusaha menumpuk cincin untuk membentuk piramida. Berikan asistensi bila diperlukan.

  4. Latihan Membuat Gerakan : Melatih Kemampuan Berpikir

    Moms bisa memberikan contoh atau membiarkan si Kecil cari tahu sendiri. Kalau bayi terlihat hanya tertarik untuk memegang, menggerakan dan menjatuhkan mainannya. Moms, memang perlu memberikan contoh agar si kecil tertarik.

    Misalnya mainan yang bisa disusun dengan lingkaran dengan ukuran berbeda. Tunjukan apa yang terjadi kalau susunan beraturan dan tidak. Selain itu, mainan dengan cincin ini juga ada yang bagian bawahnya bisa digerakan dengan gerakan rocking. Tunjukan dan biarkan si Kecil membuat susunan atau gerakan mainan nya sendiri.

    Oleh karena itu, Moms dapat memberikan si Kecil Fisher Price Rock-a-Stack. Si Kecil bisa memegang cincin yang kemudian bisa ditumpuk. Selain itu, permukaannya dengan ujung melengkung akan menyebabkan mainan bisa bergerak maju dan mundur. Biarkan bayi Moms menemukan sebab dan akibat sendiri dengan bermain dengan serunya.

    Berikan si Kecil berbagai pengalaman dengan membeli mainan yang mampu mengasah koordinasi motoriknya. Moms bisa membantu si Kecil mengembangkan rasa penasaran dan membuatnya bersemangat. Si Kecil dapat berkembang dengan bantuan lingkungan dan mainan yang mendorong rasa ingin tahu dan mengasah kreativitasnya.

    Mainan yang kaya aktivitas bisa berupa satu mainan dengan multifungsi. Seperti Fisher-Price® Rock-a-Stack dengan cincin warna-warni dengan dasar yang bisa digoyangkan ditambah dengan bunyi pada cincinnya. Bahkan kurang lebih ada 50 aktivitas yang bisa Moms lakukan bersama bayi. Beberapa latihan di atas adalah pilihan rekomendasi cara memainkannya. Tentu, Moms bisa mengembangkannya sesuai dengan kreativitas sendiri.